Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

3 Hakekat Hidup/Aswar Hasan/Al Markaz

Terbit 23 Desember 2019 | Oleh : admin | Kategori : KolomPenulis
3 Hakekat Hidup/Aswar Hasan/Al Markaz

Hidup bukanlah perkara kebetulan, hidup pun penuh dengan misteri yang kerap sulit terpecahkan. Tapi satu hal yang pasti, bahwa hidup bukanlah tanpa tujuan dan maksud yang begitu mulia. Sayangnya, justru banyak yang gagal faham atas makna dan tujuan hidup itu sendiri, sehingga hidup tidak lebih dari mahluk hidup lainnya, sekadar menghabiskan umur dengan menikmatinya secara lahir, minus aspek spritual yang positif secara tepat, baik dan benar.
Pertanyaannya kemudian, adalah bagaimana mencari untuk mengetahui makna dan tujuan hidup itu? Jawabnya adalah dengan mencari tahu apa maksud dan tujuan dari pencipta hidup itu sendiri, ketika menciptakan kehidupan itu, khususnya pada kehidupan kita sebagai manusia.
Di balik makna hidup kita ada 3 ( tiga) pertanyaan subtansial yang harus kita ketahui jawabannya untuk mendapatkan gambaran atas hakekat kehidupan kita sendiri.
Ketiga pertanyaan itu adalah; Pertama, darimana kita berasal? Pertanyaan ini merupakan awal rangkaian untuk mengetahui apa tujuan hidup kita. Laksana logika sebab akibat, tujuan sangatlah terkait latar belakang asal usul.
Semua tahu bahwa asal usul manusia dari Adam dan Hawa. Lalu dari mana berasal Adam dan Hawa? Tentu tidak tercipta sendiri begitu saja. Adam dan Hawa tercipta oleh Pencipta tanpa Pencipta (Causa Prima).
Kedua, Oleh Pencipta Adam dijelaskan bahwa ada 2 (dua) maksud tujuan penciptaannya sebagai manusia yaitu: menjadi khalifatullah di atas bumi dan beribadah hanya kepada penciptaNya (Q.S 2:30 dan 51:56) sebagai Khalifah manusia menjadi mahluk merdeka dengan akal pikirannya tidak boleh menghambakan diri (memperbudak diri) kecuali hanya kepada PenciptaNya. Namun demikian, pada akhirnya sang manusia akan mempertanggungjawabkan semua hasil perbuatannya di hadapan penciptaNya (75:36).
Ketiga, pada akhirnya manusia akan kemana? Setelah kita mengetahui hakekat diri kita dari mana dan untuk apa kita hidup di dunia, lantas kemana kita akan pergi pada akhirnya? Jawabannya termaktup dalam kalimat yang mahsyur; Innalillahi wainna Ilaihir rajiun -“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNYa- lah kami kembali”- sayangnya, hakekat kalimat ini kurang di hayati dan kerap hanya terucap begitu saja.
Semua yang hidup akan mati dan semua yang mati akan kembali kepada penciptaNya. Semoga kita kembali kepadaNya dengan jiwa yang tenang. Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambak-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku ” (Al-Fajr 27-30).
Wallahu a’ lam bishaweabe.

SebelumnyaSembilan Tak Terpisah/Aswar Hasan/Al Markaz SesudahnyaMENGUKUR KUALIFIKASI IBADAH/Aswar Hasan/Al Markaz

Tausiyah Lainnya