Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Bahagia Dengan Perintah Rasulullah/Prof. Dr. Ahmad Abu Bakar, MA./Al Markaz

Terbit 13 September 2019 | Oleh : admin | Kategori : Makalah/Ceramah/Pengajian
Bahagia Dengan Perintah Rasulullah/Prof. Dr. Ahmad Abu Bakar, MA./Al Markaz

Di dalam sebuah hadis Rasulullah saw pernah ber­sabda, hadis ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah dari Jabir bin Abdillah :

خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ قَبْلَ أَنْ تَمُوتُوا وَبَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ قَبْلَ أَنْ تُشْغَلُوا وَصِلُوا الَّذِي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ رَبِّكُمْ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ لَهُ وَكَثْرَةِ الصَّدَقَةِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ تُرْزَقُوا وَتُنْصَرُوا.. رواه ابن ماجه

Rasulullah bersabda: wahai sekalian manusia bertobatlah kamu sekalian sebelum ajal menjemputmu, bersegeralah kamu sekalian untuk melakukan aktifitas yang saleh sebelum kamu disibukkan dan diperbudak oleh kehidupan duniawimu, perbaiki hubunganmu kepada Tuhanmu dengan cara banyak mengingat dan berdzikir kepadanya dan perbaiki hubunganmu dengan sesamamu dengan cara memperbanyak shadaqah kalau engkau melakukan empat hal ini kata Rasulullah pasti kamu akan diberikan rezki yang banyak oleh Allah, pasti kamu akan diberikan pertolongan oleh Allah, pasti kamu akan diberikan apresiasi dan penghargaan oleh Allah swt

Mari kita mengelaborasi secara sederhana empat perin­tah Rasulullah saw ini. Yang pertama adalah perintah untuk bertaubat, pertanyaan yang kemudian adalah kenapa mesti kita bertaubat? Jawaban singkatnya, kita sudah terlalu jauh menyimpang dari ajaran Allah, kita sudah banyak melakukan dosa dan maksiat sehingga tidak ada jalan yang harus kita lakukan, yang harus kita tempuh kecuali bertaubat, kembali kepada Allah swt. Musibah-musibah yang melanda negara kita dalam tiga tahun terakhir sebenarnya merupakan akumulasi dari kedurhakaan kita kepada Allah. Sudah cukup banyak musibah yang dialami oleh bangsa ini.

Oleh karena itu, yang harus dilakukan sekarang adalah ber-muhasabah, mengintropeksi diri dengan jalan bertaubat. Di dalam surah al-Imran ayat 133 Allah swt berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Bersegeralah kamu sekalian kepada ampunan Tuhanmu, bersegeralah kamu sekalian kepada syurga tuhanmu, yang sifatnya syurga itu luasnya sama dengan langit dan bumi, kepada siapa diperuntukkan? ‘uiddat lil muttaqiin, hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Insya Allah hadirin yang berbahagia orang-orang yang bertakwa ini akan diklaim oleh Allah sebagai mukmin, mukminah yang sejati. Kenapa seperti itu? Karena dalam sebuah ayat difirmankan oleh Allah.

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآَمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Kata Allah, gembirakan hamba-hambaku itu yaitu aththaa’ibuun, tadi pertama sekali disebutkan oleh Allah adalah al-taaibuun kemudian al-‘aabiduun, orang-orang yang ahli ibadah, alhaamiduun, orang-orang yang banyak bertahmid, memuji Allah dan yang terakhir alkhaafizhuuna li hududullah, adalah orang yang menjaga batas-batas aturan dari Allah swt Ini yang pertama hadirin yang berbahagia.

Perintah kedua Rasulullah adalah wa baadiruu bil a’maalishshaalihah qabla an tusyghalu, bersegeralah kamu sekalian untuk beramal shaleh sebelum kamu disibukkan dan diperbudak oleh kehidupan duniawi. Apa tujuan hidup kita? Tidak ada tujuan hidup ini kecuali untuk beribadah. Kita baca surah az-Zaariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Terjemahnya:

“Sekali-kali aku tidak ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku”.

Dalam surah al-Baqarah ayat 21,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Terjemahnya:

“wahai sekalian manusia sembahlah tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan juga orang-orang sebelum kamu agar supaaya kalian semua ini menjadi orang-orang yang bertakwa”.

Kalau diberikan pertanyaan tentang siapa itu orang yang bertakwa? Kata ‘taqwa’ adalah bahasa Arab, waqaa, yaqiiy, wiqaayah artinya memelihara diri dari hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama Allah. Oleh karena itu, apapun profesi kita dan di mana pun kita berada gelar muttaqiin harus kita raih.

Sebagai seorang pejabat, ketika mengayomi masyarakat dengan baik itulah upaya untuk meng-upgrade diri untuk menjadi orang-orang yang bertakwa. Sebagai seorang dosen atau sebagai seorang mahasiswa, dosen mengajar dengan baik, dan mahasiswa belajar dengan tekun, atau berdemo dengan santun, sesungguhnya itu adalah upaya untuk mengaktualkan potensi-potensi takwa yang kita miliki. Seorang pedagang, penjual buah, penjual sayur, ketika mereka menjual barang dagangan dengan takaran yang seimbang, tidak kurang, sesungguhnya itu adalah upaya untuk mengaktualkan potensi-potensi takwa yang dimilikinya.

Siapapun kita, apapun profesi kita, di mana pun kita berada, gelar muttaqiin harus kita raih. Jangan sampai kita terpengaruh dengan kehidupan kegemerlapan dunia ini, sebagaimana firman Allah dalam satu ayat,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ

Terjemahnya:

“Ketahuilah wahai hambaku kata Allah bahwasanya kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan, senda gurau, hanya sebagai tempat untuk bermegah-megahan, hanya sebagai tempat untuk memperbanyak harta benda kita dan memperbanyak anak dan keturunan kita”,

Padahal di dalam ayat lain disebutkan oleh Allah

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Terjemahnya:

Harta benda, anak-anak kita tidak ada lagi gunanya pak, hanya sekedar perhiasan kehidupan dunia ini. Lalu apa yang menjadi ukuran Allah? Amalan-amalan shaleh kita, dan inilah sebaik-baik pengharapan di mata Allah swt

Sadarilah wahai saudaraku semua bahwasaanya Allah menciptakan kita ini tidak dalam keadaan main-main. Dalam surah al-Mukminun Allah berfirman;

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Terjemahnya:

“Jangan sampai kau mengira wahai hambaku bahwa saya menciptakan kamu ini hanya main-main, oh sekali-kali tidak, sehingga kamu juga menganggap bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang kamu miliki”.

Yang ketiga perintah Rasulullah saw perbaiki hubungan kita dengan Allah. Menurut hadis ini salah satu caranya adalah dengan memperbanyak dzikir kita kepada Allah. Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim dari Abu Hurairah itu Rasulullah saw pernah bersabda:

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya:

Tidak ada satu majelis dzikir, tidak ada seorang individu yang berdzikir kecuali Allah memberikan empat keistimewaan. Keistimewaan yang pertama bahwa Allah akan menurunkan rahmat, meliputi rahmat di sekitar kita yang berdzikir. Yang kedua Allah akan menurunkan malaikat-Nya, yang ketiga Allah akan membuat hati kita ini menjadi tenang, menjadi tenteram, sejahtera dan yang terakhir hadirin yang berbahagia Allah akan menjadikan para malaikat-Nya ini sebagai saksi di hari kemudian bahwa kita betul-betul berdzikir dan mengingat Allah swt.

Banyak ayat al-Qur’an yang bisa dijadikan sebagai pedoman didalam hal ini. Insya Allah orang yang banyak berdzikir akan dilapangkan hidupnya oleh Allah swt, dan sebaliknya orang yang tidak banyak mengingat Allah akan disempitkan kehidupannya oleh Allah swt di dalam sebuah ayat itu disebutkan oleh Allah:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

Terjemahnya:

“Barangsiapa yang enggan berdzikir kepadaku kata Allah saya akan sempitkan kehidupannya”

Dan bukan hanya itu:

وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Di hari kemudian kami akan himpun ia dalam keadaan buta.

Kemudian orang-orang yang tidak berdzikir ini komplein kepada Allah, kenapa engkau himpun aku dalam keadaan buta seperti ini? Padahal waktu saya hidup di dunia saya adalah orang-orang yang melek, orang-orang yang melihat, apa kata Allah:

كَذَلِكَ أَتَتْكَ آَيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى

Dulu sewaktu kamu hidup di dunia saya telah berikan kepadamu ayat-ayat kami, al-Qur’an untuk kamu baca, untuk kamu pelajari, panasiitaha, tapi kamu melupakannya wa kadzaalika yauma tunsa, oleh karena itu hari inipun kamu akan dilupakan.

Hadirin yang berbahagia

Perintah Rasulullah yang terakhir perbaiki hubunganmu kepada sesamamu dengan cara perbanyak shadaqah. Di dalam sebuah ayat disebutkan oleh Allah swt,

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ

 Dan infakkan sebagian hartamu di jalan Allah sebelum ajal menjemputmu.

Dilukiskan dalam ayat ini hadirin yang berbahagia betapa celakanya orang-orang yang tidak banyak bersedekah sampai-sampai di hari kemudian mereka minta kepada Allah

فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِين

 Yaa Allah tidakkah engkau mengulur-ulurkan waktu dalam sedetik saja untuk kembali hidup di dunia supaya saya bisa kembali untuk bersedekah sehingga saya termasuk orang-orang yang saleh? Kata Allah tidak akan mungkin.

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون

Kalau empat hal ini kita lakukan maka dijanjikan oleh Rasulullah turzaquu, pasti kamu akan diberikan rezki yang banyak oleh Allah, negeri kita ini akan menjadi kaya raya hadirin yang berbahagia, wa tunsharuu, kita akan diberikan bantuan yang banyak oleh Allah, tidak ada lagi musibah di negara kita ini kecuali hanya sekedar cobaan dari Allah dan insya Allah kita akan diberikan apresiasi dan penghargaan oleh Allah swt.

SebelumnyaAntara Dua Pilihan (Momen Tahun Baru)/Prof. Dr. H. Abd. Rahman Getteng, MA/Al Markaz SesudahnyaEtos Kerja Dalam Perspektif Islam/Prof. Dr. Basyir Syam, MA./Al Markaz

Tausiyah Lainnya