Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Berbakti kepada Ibu sebagai Bukti Penguatan Karakter Bangsa/Prof. Dr. Darussalam Syamsuddin, M.Ag/Al Markaz

Terbit 5 Maret 2020 | Oleh : admin | Kategori : ceramah jum'atIbadahKhutbah jum'atMakalah/Ceramah/Khutbah Jum'at
Berbakti kepada Ibu sebagai Bukti Penguatan Karakter Bangsa/Prof. Dr. Darussalam Syamsuddin, M.Ag/Al Markaz

Berbakti kepada Ibu sebagai Bukti Penguatan Karakter Bangsa

Oleh : Prof. Dr. Darussalam Syamsuddin, M.Ag

Bapak-bapak, Saudara-saudaraku seiman dan sekeyakinan yang dirahmati Allah,

            Dalam Alquran Allah mengajarkan kepada kita sebagaimana ayat yang saya bacakan di awal khotbah: “Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan bertambah lemah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu” (QS. Luqman/31 : 14).

            Pada satu kesempatan seorang sahabat Nabi diperlihatkan keutamaan balasan orang yang berjihad di jalan Allah, dimasukkan ke syurga tanpa dihisab. Lalu sahabat itu pun berkata: wahai Rasulullah dimana peperangan berikutnya, saya akan ikut dan berada pada barisan paling depan. Mendengar pertanyaan itu, Rasulullah berkata: Apakah engkau masih mempnyai orang tua? Sahabat menjawab ya Rasulullah kedua orang tua saya masih hidup. Rasulullah kemudian berkata: kenapa engkau ingin mencari syurga di bawah kilatan pedang, carilah syurga di bawah pengabdian kepada kedua orang tuamu.

            Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ketika Rasulullah menjelaskan tentang amal yang paling disenangi oleh Allah. Misalnya ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, amal manakah yang paling disenangi di sisi Allah? Rasulullah menjawab: amal yang paling disenangi Allah adalah salat pada waktunya, berbuat baik kepada orang tua, dan berjihad di jalan Allah.

            Dari penjelasan ini Rasulullah mensejajarkan ibadah salat, berjihad dengan berbuat baik kepada orang tua. Hal menunjukkan bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan perintah yang sangat utama yang tidak boleh diabaikan seseorang. Bahkan ridha Allah tergantung pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan kedua orang tua akan membawa kemurkaan Allah.

Sidang Jumat yang Terhormat,

            Karena itu, untuk membangun karakter bangsa hendaknya kita mulai dengan sikap kesediaan untuk berbakti kepada ibu. Jangan sampai generasi kita menjadi generasi yang hilang contoh panutannya karena kita tidak dapat memberi contoh keteladan yang baik. Sebagai anak dari orang tua kita, dan sebagai orang tua dari anak-anak kita sudah sepatutnya berusaha membangun karakter berbangsa yang diawali dari pembangunan karakter di rumah tangga, sekolah dan masyarakat.

            Ketika Rasulullah saw. didatangi seorang sahabat yang telah merawat ibunya selama enam puluh tahun, lelaki itu berkata: wahai Rasulullah sesungguhnya saya telah merawat ibuku selama enam puluh tahun dengan cara menggendongnya dari tempat pembaringan ke tempat buang air setiap kali ingin buang air. Lelaki itu melanjutkan: wahai Rasulullah barangkali sudah terbalas budi baik orang tua saya membesarkan dan mendidik saya? Apa jawab Rasulullah mendengar pertanyaan itu, Rasulullah berkata: jangan berkata begitu sahabatku, setetes air susu ibumu belum sebanding dengan pekerjaanmu selama enam puluh tahun itu.

            Demikian pentingnya untuk senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua, Alquran dalam beberapa ayatnya senantiasa menyandingkan perintah untuk menyembah Allah dan tidak mensyerikatkan-Nya dengan sesuatu kemudian berbuat baik kepada kedua orang tua. Hal ini mengandung maksud bahwa meskipun kedua orang tua kita menganut keyakinan yang berbeda selama tidak memerintahkan kita untuk mendurhakai Allah, maka kita tetap arus bersikap dan berbuat baik kepada keduanya.

            Dalam kehidupan ini khususnya kita di Indonesia, bumi kita disebut dengan Ibu pertiwi karena bumi menyediakan segala kebutuhan hidup kita. Demikian pula kampus sebagai tempat penggemblengan yang mendewasakan pikiran kita disebut dengan Almamater. Kata Almamater berasal dari bahasa latin Alma berarti memelihara, mater berarti ibu. Jadi Almamater bermakna memelihara ibu. Karena kampus yang senantiasa memberikan kita ilmu dan pengalaman sehingga dewasalah kita dalam kehidupan. Semoga kita semua dapat menjadikan pengabdian dan bakti kita kepada ibu sebagai bukti upaya penguatan karaktr berbangsa, Amin.

SebelumnyaMEMBANGUN KEHIDUPAN UMAT BERBASIS KEBUTUHAN DASAR/Dr. H. Barsihannor, M.Ag/Al Markaz SesudahnyaH. BURHANUDDIN YUSUF./KHUTBAH JUMAT/ALMARKAZ

Tausiyah Lainnya