Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH/Aswar Hasan/Al Markaz

Terbit 27 Desember 2019 | Oleh : admin | Kategori : BelajarKolomPenulis
HIKMAH DIBALIK MUSIBAH/Aswar Hasan/Al Markaz

HIKMAH DIBALIK MUSIBAH
Oleh
Aswar Hasan
Dalam kitab yang berjudul; 101 Qishshah wa Qishshah Lilladzinah Istajabah Allah Lahum Ad Du’a karangan Majdi Fathi As Sayyid yang dterjemahkan oleh Ustads Abdul Somad, Lc.,MA yang saat ini best seller dikisahkan, bahwa di zaman dahulu, di sebuah perkampungan, hiduplah seorang tua yang baik dan tekun beribadah. Ia senantiasa bersyukur dengan apa yang dia miliki dan hidup mandiri tanpa membebani orang lain.
Dalam hidupnya, ia banyak dibantu oleh tiga jenis hewan peliharaannya, yaitu keledai yang membantunya mengangkut hasil dari berkebunnya serta seekor anjing yang selalu menjaganya dari gangguan para penjahat, hingga seekor ayam jantan yang selalu membangunkannya di pagi hari.
Suatu ketika ayamnya hilang diterkam serigala. Bapak itupun merasa kehilangan. Tapi ia tetap tabah dan berprasangka positif kepada Tuhan bahwa itulah ketentuannya. Tapi tak lama berselang, keledainya terluka parah hingga mati karena digigit serigala. Ia pun berprasangka positif kepada Tuhan meski pun,ia sedih.
Hingga akhirnya, hewan peliharaan satu-nya yang tersisa yang selama ini menjaganya, mati. Anjing kesayangannya itu pun dikuburnya baik- baik sambil merenungi peristiwa malang yang menimpanya secara berturut-turut. Ia pun tetap berprasangka baik kepada Tuhan yang selama ini ia sembah dengan ihlas dan sungguh-sungguh, bahwa ini sebuah ujian yang pasti mengandung maksud tertentu yang berujung kebaikan bagi hambaNya.
Hingga suatu hari ia dikagetkan oleh sebuah keributan. Rupanya orang- orang di seputar kampungya pada ditangkapi petugas kerajaan karena ketahuan memelihara hewan yang kerap menciptakan kegaduhan lingkungan yang di benci oleh Raja. Bapak itu pun selamat dari penangkapan karena tidak terbukti memelihara kategori hewan yang dimaksud. Ia langsung bersujud syukur kepada Tuhan, karena selamat dari penangkapan yang bisa berujung penyiksaan.
Rupanya, ini hikmah dari musibah yang menimpanya secara berturut-turut. Tuhan tidak tinggal diam dalam memberikan perlindungan-Nya,meskipun dengan cara di luar logika itulah kesimpulannya. Ia tambah yakin bahwa. Tuhan Yang ia sembah dengan tulus secara bersungguh,-sungguh, pastilah melindunginya dan menyelamatkannya. Ia pun tambah yakin dan memelihara prasangka baiknya kepada Tuhan, bahwa setiap musibah pasti membawa hikmah.
Wallahu A’lam bishawwab.

SebelumnyaManfaat dari fenomena gerhana matahari / Al Markaz SesudahnyaMeningkatkan Kualitas Kerja/DR.H.Muammar Bakri,Lc.,MA/Ak Markaz

Tausiyah Lainnya