Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Kembali ke Dua pusaka abadi sebagai Tonggak Penting Melawan Hawa Nafsu Dunia Setan/Prof. Dr. H. Muhammad Galib Mattola, M.A/Al Markaz

Terbit 1 November 2019 | Oleh : admin | Kategori : ceramah jum'atMakalah CeramahMakalah/Ceramah/Khutbah Jum'at

Alhamdulillah, kita persembahkan puji dan syukur kita kehadirat Allah swt., yang telah memberikan rahmat dan petunjuk serta kekuatan lahir dan batin kepada kita sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw., Nabi dan Rasul terakhir, yang diutus oleh Allah swt. ke permukaan bumi ini sebagai pembawa dan penebar rahmat serta kasih sayang bagi semesta alam.

Hari ini 04 Rabiul Awal 1441 H/01 November 2019 M. Bulan Rabiul Awal bagi umat Islam adalah bulan yang dapat dijadikan sebagai momen untuk meningkatkan kualitas keberagamaan dengan menjadikan al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. sebagai pedoman dasar dalam melaksanakan tugas-tugas kita sebagai hamba Allah di bumi ini.
Allah swt. Berfirman dalam al-Quran surah al-Nisa/4:
Terjemahan :
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Ayat ini berisi perintah taat kepada Allah, yakni mengikuti tuntunan al-Quran, taat kepada Rasul, yakni mengikuti Sunnah beliau, baik sunnah qawliyah, filiyah maupun sunnah taqririyah, serta patuh kepada ulul amri, yakni mereka yang memiliki kewenangan untuk mengurus urusan umat, baik penguasa atau pemerintah, ulama serta mereka yang mewakili masyarakat dalam berbagai kelompok dan profesinya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan al-Quran dan sunnah Rasulullah Muhammah saw.

Jika terjadi tarik menarik dan perbedaan pendapat tentang sesuatu karena tidak menemukan petunjuk yang tegas dari al-Quran serta petunjuk dan tuntunan dari Rasulullah Muhammad saw., maka kembalikanlah kepada nilai-nilai dan tuntunan yang tercantum di dalam al-Quran dan jiwa tuntunan Rasulullah saw.

Secara umum dapat dikatakan bahwa nilai-nilai yang tercantum di dalam al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. yang tetap harus dikedepankan jika terjadi perselisihan dan perbedaan pendapat adalah nilai-nilai persatuan, ukhuwah Islamiyah, silaturrahim, tolong menolong serta saling menghormati antara satu dengan yang lain betatapun terjadi perbedaan pendapat.

Perbedaan pendapat yang membawa disharmonisasi dan konflik bahkan perpecahan, kalau perbedaan pendapat tidak dikembalikan kepada petunjuk al-Quran dan Sunnah Nabi, apalagi kalau konflik kepentingan duniawi dikemas dengan kemasan agama.

Dalam kaitan ini, Rasulullah saw. menegaskan bahwa al-Quran dan Sunnah adalah dua pusaka abadi yang harus dijadikan pedoman utama agar tidak tersesat dan tidak tidak terpedaya oleh berbagai godaan, baik yang bersumber dari dalam diri manusia berupa hawa nafsu, maupun yang bersumber dari luar, termasuk godaan setan serta godaan kehidupan duniawi yang melalaikan untuk meraihkan keselamatan dan kebahagiaan ukhrawi.

Rasulullah saw. menyatakan, dalam hadisnya, sebagai penegasan trerhadap al-Quran dalam sabdanya:

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما مسكتم بهما كتاب الله وسنة نبيه. رواه الامام مالك.

Aku tinggalkan bagi kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang kepada keduanya, yaitu Kitab Allah (al-Qur’an dan Sunnah Nabi-Nya.

Hadis ini menegaskan bahwa al-Quran dan Sunnah Nabi adalah dua pusaka utama yang ditinggalkan oleh Rasulullah saw. sebagai pedoman utama bagi umatnya agar tidak tersesat.

Secara umum, persoalan yang dihadapi oleh umat Islam saat ini terkait dengan al-Quran dan Sunnah Nabi adalah bahwa masih ada umat Islam yang belum menjadikan al-Quran dan Sunnah Nabi sebagai pedoman utama. Ada pula yang merasa sudah berpegang teguh kepada al-Quran dan Sunnah Nabi, tetapi mereka keliru atau salah faham terhadap petunjuk al-Quran dan Sunnnah Nabi.
Yang dijamin tidak akan tersesat dan akan selamat mengarungi kehidupan di bumi ini dan bahagia di akhirat kelak, adalah yang berpegang kepada petunjuk al-Quran dan Sunnah Nabi secara benar. Untuk itu kita memerlukan bimbingan dari para ulama ahli waris Nabi.

Semoga Allah swt. senantiasa memberikan hidayah dan taufiq kepada kita untuk melaksanakan tugas sebagai khalifah dan hamba Allah sesuai dengan petunjuk al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw. Amin.

SebelumnyaProf.Dr.H. Basri Hasanuddin., MA/Tantangan Umat Menghadapi Globalisasi/Al Markaz SesudahnyaRASULULLAH SAW, TELADAN UMAT MANUSIA SEPANJANG MASA/Dr.H.M.ISHAQ SHAMAD, M.A/ALMARKAZ

Tausiyah Lainnya