Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

LILLAH AGAR TIDAK LELAH/ASWAR HASAN/AL MARKAZ

Terbit 9 Februari 2020 | Oleh : admin | Kategori : KolomMakalah CeramahPenulis
LILLAH AGAR TIDAK LELAH/ASWAR HASAN/AL MARKAZ

LILLAH AGAR TIDAK LELAH
Oleh Aswar Hasan
Hidup kerap memang membosankan dan melelahkan. Akibatnya, tak jarang ada yang kemudian menilai hidup sebagai beban yang memberatkan sehingga lebih memilih mengakhiri hidupnya atau berharap hidupnya segera berakhir.
Hidup memang tidak sepenuhnya indah, manis dan membahagiakan, tetapi kerap pahit, kelabu dan menyengsarakan. Laksana siang dan malam silih berganti, laksana bahagia dan sengsara menimpa tanpa pandang bulu. Jika sengsara yang menimpa, tidak sedikit yang tidak tabah dan gagal mengatasinya. Sebaliknya jika kemudahan yang menyenangkan hingga membahagiakan yang dialaminya, tidak sedikit yang terbuai dan lupa diri hingga melupakan Tuhannya.
Kebahagiaan dan kesengsararaan, kemudahan dan kesulitan hidup sesungguhnya merupakan ujian kualitas hidup kita. Kesemuanya merupakan ujian hidup untuk kehidupan itu sendiri. Itulah dinamika. Bahwa hidup itu, penuh warna tidak statis dan monoton agar hati dan pikiran manusia teruji kualitasnya, apakah akalnya semakin tajam atau hatinya tambah jernih akibat susah dan bahagia, mudah dan sulit yang menimpanya.
Tuhan sudah mengaruniakan kepada setiap manusia, sebuah hati dan pikiran untuk merasa dan menimbang masing- masing yang dialami manusia itu sendiri. Hati dan akal itulah yang menjadi nilai lebih manusia dibanding dengan mahluk lainnya. Dalam pada itu, satu hal yang pasti, bahwa Tuhan tidak akan menimpakan sesuatu kepada hamban- Nya ( manusia) jika sesuatu itu tidak mampu dipikulnya. Di balik sengsara dan bahagia, susah atau senang, sulit atau mudah, sesungguhnya ada rahasia yang Tuhan peruntukkan bagi manusia.
Namun demikian, manusia kerap melupakan Tuhan- Nya. Padahal, apa yang dialami manusia itu, adalah ujian kehidupan dari Tuhan-Nya. Olehnya itu, yang menjadi kunci dari segalanya, adalah jangan sampai manusia jauh dari Tuhan apapun yang menimpanya. Agar tidak lelah dalam menghadapi hidup, maka manusia seharusnya menyandarkan segalanya kepada Tuhan. Dalam pada itu, maka menarik jika kita menyimak petuah KH Abdullah Gymnastiar yang mengatakan:“Barang siapa Allah tujuannya, niscaya dunia akan melayaninya. Namun siapa, dunia tujuannya, pasti akan letih dan pasti sengsara diperbudak dunia sampai akhir masa.” jadi, agar tidak lelah menghadapi dunia maka sertakanlah Allah dalam mengendalikan dunia. Dengan kata lain, ubahlah lelah menjadi lillah. Kesemuanya, apa pun dan dimana pun adalah semata karena Allah. Wallahu a’ lam Bishawwabe.

SebelumnyaOptimalisasi Fungsi Masjid sebagai Pusat Peradaban Islam SesudahnyaSIAPAKAH ORANG BERAKAL ITU/ASWAR HASAN/AL MARKAZ

Tausiyah Lainnya