Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Mengenang Jend M Jusuf/Anwar Arifin/Al Markaz

Terbit 19 September 2019 | Oleh : admin | Kategori : Makalah Ceramah
Mengenang Jend M Jusuf/Anwar Arifin/Al Markaz

JENDERAL M.Jusuf, wafat 8 September 2004 di Makssar dan dimakamkan di T.P.U Panaikang. Almarhum yang dilahirkan 23 Juni 1928 di Kajuara Bone,  merupakan perdjurit putra Sulsel  yang mencapai puncak tertinggi dinas militer (bintang empat) dalam kedudukan selaku Panglima ABRI/Menteri Pertahanan dan Keamanan (1978-1983) dengan pangkat Jenderal-TNI. Pangkat dan jabatan itu diraihnya, sebagai imbalan   prstasinya memenangi “pergulatan politik”di Makassar (1957–1965) dan  di Jakarta  (1966-1993).

Sebagai Panglima KDM-SST (Kodam-XIV Hsanuddin), 28 Mei 1958 hingga 21 Desember 1965, Jusuf yang ikut mendatangani Piagam Permesta, 2 Maret 1957 di Makassar dicap “Permesta Damai” karena mendukung Pemerintah Pusat, berjaya menumpas Gerakan Permesta yang dilabel “Permesta Perang” dengan menangkap gembongnya Letkol M.Saleh Lahade, 21 Mei 1958 di Barru. Jusuf juga sukses menumpas “pemberontakan DI/TII dengan menembak mati Kahar Muzakkar, 3 Februari 1965 melalui Operasi Kilat. Jusuf pernah menjdi Ajudan Letkol Kahar Muzakkar di Jawa.

Prestasi tersebut membuahkan prestise dan reputasi bagi Brigjen M.Jusuf.  Meskipun M.Jusuf dikenal sebagai tokoh Angkatan-45 yang antikomunis, namun  Presiden Soekarno, mengangkatnya menjadi Menteri Perindustrian Ringan (1964-1965). Ia dilantik  bulan Juni 1965,dan  digantikan oleh Brigjen Solihin G.P selaku Panglima KDM-SST, 27 Desember 1965. Jusuf kemudian  menjadi menteri Perindustrian (1968-1973 dan 1973-1978), serta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (1983-1988 dan 1988-1993).

Selama Putra pasangan Andi Tappu Amir dan Andi Rabba Petta Bunga, bertugas di Makassar dan di Jakarta, ia tidak saja memperhatikan keamanan, tetapi juga  menggerakkan pembangunan ekonomi, industri, dan infrastruktur. Berkat kerja keras dan kemampuannya menggalang dukungan Pemerintah Pusat, akhirnya menyetujui pembangunan Parbrik Semen Tonasa di Pangkap, proyek galangn kapal di Makassar. pabrik gula di Arasoe Bone, plywood di Palopo. pabrik kertas Gowa di Gowa, Proyek Pertambangan Tembaga dan Nikkel, di Malili. Sebagai muslim yang beriman, berilmu, dan beramal saleh yang terkenal sangat jujur, ia bersama H.M.Jusuf Kalla dan sejumlah tokoh penting mewariskan sebuah Masjid terbesar dan indah ditengah-tengah kota Makssar, yaitu Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend.M.Jusuf yang diresmikan pemakaiannya, 12 Januari 1996. Penulis juga diikutkan dan diberi amanah selaku Sekjen Al-Markaz Al-Islami, selama 24 tahun (1994-2018). Itulah sebabnya ketika penulis menyampaikan sambutan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, senantiasa mengajak jamaah medoakan almarhum dan seluruh pengurus Al-Mrkaz, dengan membacakan surat Al-Fatiha.

Dalam mengenang Almarhum Jend.M.Jusuf, kita patut meneladani kejujuran, kecerdasan, kesederhanaan dan pengamalan almarhum dengan tangan diatas (meberi), menghidupkan lembaga, dan tak mencrari hidup dari lembaga. Semoga Allah SWT, melapangkan kuburnya, melipatkandakan pahalanya, mengampuni dosa-dosa dan memasukkan almarhum kedalam surga-Nya..Amin

SebelumnyaStrategi Dakwah/Anwar Arifin/Al Markaz SesudahnyaUrgensi Iman dan Amal Shaleh/Dr.H.M.Ishaq Shamad,M/Makalah Pengajian

Tausiyah Lainnya