Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

MAKNA ISRA MI’RAJ DALAM KEHIDUPAN MASA KINI

Terbit 20 Maret 2020 | Oleh : admin | Kategori : ceramah jum'atKhutbah jum'atMakalah/Ceramah/Khutbah Jum'at
MAKNA ISRA MI’RAJ DALAM KEHIDUPAN MASA KINI

MAKNA ISRA MI’RAJ DALAM KEHIDUPAN MASA KINI
الحمد لله له ما في السماوات وما في الأرض وله الحمد في الآخرة وهو الحكيم الخبير وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذي جاهد في الله تعالى من غير توان ولا تقصير صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه الذين اتبعوه ونصروه واتبعوا النور الذي أنزل معه أولئك هم المفلحون وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم يرجعون وسلم تسليما
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Hari ini 25 Rajab 1440 Hijrah. Dua hari lagi 27 Rajab kita umat Islam memperingati hari Isra- Mi’raj, perjalanan malam Rasulullah Muhammad saw dari Masjidil Haram Mekkah al Mukarramah menuju Masjid al-Aqsha al-Quds, Yerusalem, Palestina. Lalu naik ke langit ke Sidratil muntaha dan menerima fardhu shalat lima waktu. Perjalanan agung ini diabadikan dalam al-Quran S. al-Isra:1: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (1)
Isra mi’raj adalah perjalanan yang tak dapat diikuti dan tak dapat berulang sampai kapanpun, sebab ini adalah perjalanan bukan atas inisiatif dan kekuatan Nabi Muhammad saw. Ayat isra diawali dengan kata “ Subhana” untuk menunjukkan bahwa Allah SWT yang Maha Suci, yang Maha berkuasa yang memperjalankan hambaNya dari Mekkah ke al-Quds dalam waktu singkat di suatu malam. Isra mi’raj juga merupakan ujian keimanan bagi umat Islam untuk tidak mendustakan apa yang disampaikan dan dilakukan Nabi saw atas izin dan perkenan Sang Maha Pencipta. Ketika Nabi menyampaikan kepada masyarakat pada waktu itu bahwa beliau tadi malam pergi ke Baitul Maqdis dan shalat disitu lalu kembali sebelum fajar menyingsing, bertepuk tanganlah tokoh-tokoh jahiliyah mencemooh Nabi sebagai pembohong dan orang yang tidak waras. Bagi mereka mustahil perjalanan Mekkah-Yerusalem pulang pergi dapat ditempuh dalam setengah malam. Masa itu dengan kendaraan kuda atau onta, perjalanan ke Yerusalem bolak balik ditempuh sekitar dua bulan. Sebagian muslim ada juga yang meragukan kebenaran perjalanan itu. Namun, sahabat Abubakar al-Shiddiq tak sedikitpun menaruh ragu pada kabar tersebut. Dengan lantang ia berkata, Inni ushadiquhu fi ma huwa ab’adu min dzalika. Ushaddiquhu fi khabar al-samai ya’tihi fi ghadwatin aw rawhatin. ( Sungguh saya membenarkannya pada yang lebih jauh dari isra itu. Saya membenarkannya pada berita dari langit yang mendatanginya pagi dan petang). Sikapnya yang tegas mempercayai dan membenarkan Rasulullah, menyebabkannya mendapat julukan “ al-Shiddiq”, Yang sangat membenarkan. Sikap tak meragukan ini muncul dari kekuatan iman seorang mukmin, yang percaya penuh bahwa berita dari Allah dan Rasulnya adalah informasi yang benar bukan hoaks, bukan dongeng. Sikap seperti inilah yang mestinya dimiliki setiap muslim kala mengetahui firman Allah yang berisi perintah dan larangan, sebab al-Quran adalah kitab la rayba fih, kitab yang tak berisi keraguan sedikitpun, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
Isra mi’raj adalah perjalanan melintasi ruang angkasa alam semesta yang amat luas,untuk memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan Allah di langit dan di bumi. Juga sebagai penguat semangat dan keberanian Nabi dalam berdakwah kepada umat yang belum mau menerima ajaran tauhid. Allah Maha besar dan tantangan serta rintangan dakwah itu kecil bila dilandasi iman dan keikhlasan karena Allah.
Sidang jumat yang dimuliakan Allah
Di tengah kita mengenang Isra mi’raj, dunia kita sekarang mengalami kehebohan global, keadaan darurat pandemic akibat merebaknya virus korona baru, covid 209, corona virus disease 2019, yang sampai 18 Maret lalu telah menjangkiti lebih 180 ribu orang di seluruh dunia dan menyebabkan kematian lebih 7000 orang. Negara-negara yang terbanyak warganya terinfeksi virus ini adalah China sekitar 81.000 orang dan meninggal sekitar 3200 orang, Italia 31.505 orang dan meninggal 2503 orang, Iran terinfeksi 16.169 dan meninggal 988 orang; Korea Selatan 8162 dan meninggal 75 orang. Virus ini terus memakan korban menjangkiti ribuan orang di Prancis, Jerman, Belanda, Inggeris , Spanyol dan AS. Asia tenggara yang terbanyak terinfeksi virus adalah Malaysia 673 org, Singapura, 243 dan negara kita 172 dan meninggal 7 orang. Dampak virus ini sungguh luar biasa, negara-negara Eropa sampai meliburkan sekolah sampai perguruan tinggi, menutup restoran dan nightclub, melarang warga berciuman dan berjabatan tangan. Ungkapan yang menunjukkan dampak virus ini seperti Manila turns into ghost town amid coronavirus lockdown, Coronavirus in Gulfstates: No warm greetings, no mosque prayers.Umat Islam juga merasakan dampak virus ini karena negara-negara Islam juga diserang virus ini seperti Saudi Arabia sudah 171 orang terjangkiti, sehingga sejak 27 februari lalu Saudi Arabia menutup negaranya dari kunjungan ziarah dan umrah dari seluruh negara di dunia.Mekkah dan Madinah bulan ini menjadi kota suci yang sunyi, lengang. KA’BAH dan rawdhah disterilkan, malam hari kedua masjid suci ini ditutup setelah shalat Isya dan dibuka menjelang shalat shubuh. Menteri waqaf sampai mengeluarkan fatwa Jawaz ‘adam aldzihab lishalat al-jum’at fi mitsli hadzihi al-halat wa al-zhuruf. (Boleh tidak pergi shalat jum’at dalam situasi dan kondisi seperti ini).
Sidang jumat yang dirahmati Allah.
Isra mi’raj mengandung ajaran hubungan dengan Sang Maha Pencipta Allah Rabbul Alamin yang ditandai dengan kewajiban shalat lima waktu yang diterima langsung di Sidratil Muntaha, dan hubungan dengan sesama manusia yang ditandai dengan pertemuan Nabi dan para Nabi sebelumnya.
Bila mengkaji ulang kisah isra mi’raj, kita mungkin mendapat pelajaran berharga dari sejumlah adegan yang disaksikan Nabi dalam perjalanan menakjubkan itu. Bukan mustahil bahwa wabah dan bencana yang melanda dunia sekarang ini adalah karena banyaknya kejahatan kemanusiaan dan keinkaran manusia pada Allah yang maha besar. Ini diperlihatkan pada Nabi, orang-orang yang memecahkan kepala sendiri sebagai tamsil orang yang berat kepalanya sujud kepada Allah,orang yang berenang di sungai darah dan memakan batu sebagai tamsil para rentenir pemakan riba, kelompok pemakan daging busuk tamsil orang yang sudah berkeluarga tapi senang berzina. Ada juga orang digambarkan mencakar-cakar wajahnya dengan kuku tembaganya sebagai orang yang semasa hidupnya senang menebar fitnah, merusak nama baik saudaranya. Perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat seperti yang diperlihatkan kepada Nabi dalam isra-mi’rajnya wajib dijauhi dan dihindarkan agar bala bencana tidak datang. Sebaliknya untuk mendapat rahmat kasih sayang Allah dan ampunannya hendaknya kita menguatkan iman kita dan tawakkal kepada Allah. Menumbuhkan rasa rahmat kasih sayang kepada sesama manusia, irhamuu man fi al-ardh yarhamkumman fi al-samai. Rahmatilah, kasihanilah sesama manusia di bumi, niscaya Allah akan mengasihimu. Minta tolonglah menghadapi ujian Allah dengan sabar dan tetap berdoa, shalat. Sesungguhnya itu berat melainkan pada orang-orang yang khusyu. Teladanilah Rasulullah yang ketika dihadang oleh Jin ifrit dalam perjalanan isra, ia berdoa A’udzu biwajhillah al-karim wa bi kalimatil llah al-tammati allati la yujawizuhunna barrun wa la fajir min syarri ma yanzilu minassamai wamin syarri ma ya’ruju fiha. ..Aku berlindung kepada Allah yang mulia dengan kalimahnya yang sempurna dari bencana yang datang dari langit dan dari bencana yang naik ke langit, dari kejahatan yang ia ciptakan di bumi dan yang keluar dari bumi dan dari fitnah-fitnah malapetaka malam dan siang hari, dan hantaman-hantaman di malam dan siang hari kecuali yang membawa kebaikan, ya Rahman.
بارك الله العظيم ونفعنى وإياكم من الآيات والذكر الحكيم

SebelumnyaMEMBANGUN KEHIDUPAN UMAT BERBASIS LOCAL WISDOM/KASJIM SALENDA/AL MARKAZ SesudahnyaLARI DARI CORONA MENUJU ALLAH/ASWAR HASAN/AL MARKAZ

Tausiyah Lainnya