Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Prof.Dr.H. Basri Hasanuddin., MA/Tantangan Umat Menghadapi Globalisasi/Al Markaz

Terbit 25 Oktober 2019 | Oleh : admin | Kategori : ceramah jum'atMakalah CeramahMakalah/Ceramah/Khutbah Jum'at
Prof.Dr.H. Basri Hasanuddin., MA/Tantangan Umat Menghadapi Globalisasi/Al Markaz

 

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.أَما بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

INNALHAMDA LILLAHI NAHMADUHU WANASTHAINU WANASSTAGHFIRU

WANAUDHUBILLAHI MINSYURURI ANFUSINA WAMINSAYYIATI A’MALINA

MANYAHDIHILLAH FALAMUDHILLALAH WAMAN YUDHLIL FALA HADIALAH,

WAASTHADUANLAILAHAILLAH WAHDAHULASYARIKALAH , WAASHYHADU

ANNA MUHAAMMADAN ABDUHU WARASULUH.

ALLAHUMMA SHALLI WASALLIM ALA NABIYYINA WARASULINA MUHAMMADEN

SALLAHAUALAII WASALLAM WAALA ALI WASHABIHI WAMAN TABIAHUMBIIHSANI ILAYAUMIDDIN..

AMMA BA’AD :

FAYA IBADALLAH , USIKUM WAIYYAYA BIAQWALLAH FAQADFADHAL MU’MINUNAL MUTTAQUN.

QALALLAHU TAALA FI KITABIL KARIM : YAAYYUHALLADHINA AMANU ITTAQULLAHA HAQQA TUQATI WALATAMUTUNNA ILLA WANTUM MUSLIMUN.

 

Maasyiral muslimin rahimakullah,

 

Tema sholat Jumat kita hari ini adalah SIKAP UMAT MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI.  Memang sejak beberapa dekadi terakhir ini dunia kita mengalami tiga gelombang revousi. Tiga gelombang revelosi adalah revelusi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi yang menyebabkan derasnya arus informasi yang dengan kecepatan yang sangat tinggi dapat sampai kepada kita semua dengan kecepatan seperti kilat (speed light)

 

Revolusi dalam bidang transportasi telah memungkinkan hadirnya pesawat2 udara berbadan lebar dengan jarak tempuh yang jauh dengan kecepatan yang tinggi pula. Di bidang angkutan laut kita juga menyaksikan hadirnya kapal2 cargo raksasa yang memungkinkan transportasi barang lintas Negara dengan volume yang yang fantastic yang memungkinkan berlangsungnya perdagangan internasional yang terus meningkat yang tentu saja membawa dampak bagi kesejahteraan masyarakat di berbagai Negara.

Tentu saja kehadiran teknologi transportasi  informasi dan komunikasi telah menimbulkan dampak dan kemudahan2 bagi menusia dalam melaksanakan aktfitas kehidupannya yang pada gilirannya dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas dari semua aktifitas yang dijalankan yang pada akhirnya akan berdampak pada tingkat kesejahteraaan mereka.

Namun tidak dapat disangkal bahwa arus informasi melalui dunia maya itu disamping menghadirkan hal-hal yang bermanfaat juga menimbulkan dampak negative karena budaya global yang terbentuk tidak selamanya sejalan dengan nilai-nilai agama, adat dan tradisi local. Kemajuan dalam teknologi informasi dan telekomukinakasi tidak hanya menungkinkan manusia mempunyai akses untuk memahamai hal-hal yang positif tetapi juga hal-hal yang negative .

Lantas bagaimana umat bisa terhindar dari dampak negative dari kehadiran bebagai informasi di dunia maya itu yang dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan kita sebagai umat.

Ada tiga pilihan yang terbuka bagi kita dalam menghadapi arus informasi yang makin meningkat volumenya baik hal-hal yang bermanfaat maupun yang dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan kita.

Pertama, menolak semua serbuan informasi yang datang dengan menganggapnya sebagai bidah.

Kedua, menerima secara keseluruhan dan

ketiga, menyaring semua informasi yang hadir itu dan memanfaatkan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan dan menolak informasi yang akan merusak sendi-sendi kehidupan kita.

Adalah sangat bijaksana untuk menempuh sikap yang ketiga karena tidak dapat disangkal banyak sekali sumber-sumber ilmu pengetahuan yang dapt diakses melalui kecanggihan teknologi informasi itu yang akan mempermudah kehidupan kita dan menghindari sumber-sumber informasi yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan kita.

Karena itu umat Islam dituntut untuk dapat meningkatkan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita sebagai umat. Al Quran menggunakan kata iman dalam berbagai bentuk kata jadian lebih dari  550 kali sepertu  : yu’minu, yu’minun, amanu, mu’min dan mu’minun. Ini berarti iman merupakan kunci pokok dalam membentuk keislaman seseorang. Antara iman dan amal saleh  merupakan satu kesatuan yang saling mengisi. Iman tidak ada artinya tanpa amal saleh, dan amal saleh akan sia-sia kalau tidak dilandasi oleh iman sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Surah Al Asr (1-3 ) yang at=artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati dalam menepati kesabaran.

 

 

 

Kedua, kemampuan limu dan teknologi. Peranan ilmu dalam Islam sangat penting. Rasululullah SAW bersabda : Man aradad duniya faalahi biilmi, waman aradhal akhira faalaihi bilmi, waman aradahuma faalaihi bil ilmu.

 ( Siapa yang ingin bahagia dunianya haruslah dengan ilmu dan siapa yang ingin bahagia akhiratnya harus dengan ilmu, dan siapa yang ingin bahagia keduaa-duanya juga harus dengan ilmu).

Aplikasi ilmu dalam kehidupan nyata akan  menghasilkan teknologi. Ilmu dan teknologi  menjadi dwitunggal yang disebut sebagai iptek. Dengan pemanfaatan iptek dalam berbagai sektor kehidupan akan menybebakan terjadinya peningkatan produktivitas sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan hidup.

Memanfaatkan SDA alam atau bumi tanpa iptek nampaknya mustahil diera globalisasi saat ini.  Tanpa sentuhan teknologi interaksi manusia dengan alam akan menghadapi kendala yang berat  yang pada gilrannya akan berdampak pada hasil kerja dan kualitas kerja yang rendah  pula. Dan akhirnya produk-produk yang dihasilkan akan berdaya saing rendah.

Manusia yang memiliki kualitas imtaq dan kualitas iptek yang tinggi itu dijanjikan oleh Allah SWT akan mendapatkan kualitas hidup yang tinggi pula yang pada gilirannya akan menghasilkan kemuliaan  hidup sebagaimana dijanjikan oleh Allah SWT dalam firmaNya :

Yarfaiillahulladhina amanu minkum walladhina utul ilma darajat” ( Tuhan akan memberikan kemuliaan bagi orang yang beriman dan berilmu pengetahuan dengan beberapa derajat).

  1. Indonesia dengan umat Islam yang terbesar harus dapat memanfaatkan hal-hal positif yang dilahirkan oleh dua revolusi di atas dan menghindari dan meminimumkan dampak-dampak negative yang ditimbulkannya.
  2. Untuk membendung dampak negative globalisasi umat Islam dituntut untuk terus meningkatkan imtaq mereka sebagai penangkal terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh globalisasi.
  3. Di samping itu umat juga harus mampu memenfaatkan peluang postif yang ditimbulkannya dengan meningkatkan penguasaan iptek sehingga produktivitas dan daya saing produk-produk yang dihasilkan dapat pula ditingkatkan.

Barakkalllhu li walalakum filqura adhim. Wanafa’ni waiiyakum laayatil wadhikril hakim. Wataqabbal minni   , fastagfiruhu innahu huwaghafururrahim.waminkum tilawatahu innahuwassamiul alim. Waqulu kaulihadha wastagfirullahul adhim li walakum walisairil muslimina wa muslimat walmuninina walmuminat

 

Khotbah kedua

 

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَع. !

Marilah kita dengan tiada henti-hentinya selalu memanjatkan do’a , agar kta semua senantiasa mendapatlkan kemudahan dalam mengarungi samodra kehidupan yang yang penuh masalah dan tantangan di era globalisasi ini.


إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

              

Allahummaghfirli muslimina wal muslimat, walmuminina walmuminat alahyai minhum wal amwat, innaka samiun karibun mijubddawat waqadial hajat.

Rabbana atina minladunka rahma wahayyilana min amrina rasyada.

Rabbbana dhalamna anfusanan wainlam tagfirlana wala kunanna minal khasirin.

Rabbana latu ahkhidna  innasinaa au akhtana, rabbana wala tahmil alaina ishran kama hamaltahu  alaladhina minkbalina;

Rabbana wala tuhammilnaa mala takatalalanabi, wafuaanna, waghfirlana warhamna anta maulana fanshurna alal kaumil kafirin.

Rabbana atina fidunya hasanatan, wafilakhirati hasanatan waqina adhabannar.

 

Ibadallah, innalaha ya’muru biladli wal ikhsan waitaidhi qurban wayanhan anil fahsai walmungkar walbagh yaidhukum laaalakum tadhakarun.

Fadhkurullahul adhim yadhkurukum washkuruhu ala ni’mihi yadhkurukum, waladhirillahi akbar wallahu ya’lamu matasnaun.

SebelumnyaMenghormati Perbedaan Paham Keagamaan/Dr. H. Nurman Said, M.A./Al Markaz SesudahnyaKembali ke Dua pusaka abadi sebagai Tonggak Penting Melawan Hawa Nafsu Dunia Setan/Prof. Dr. H. Muhammad Galib Mattola, M.A/Al Markaz

Tausiyah Lainnya