Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Rahasia Sukses Nabi/Prof. Dr. H. Ali Parman, MA/Al Markaz

Terbit 6 Oktober 2017 | Oleh : admin | Kategori : Makalah/Ceramah/Pengajian
Rahasia Sukses Nabi/Prof. Dr. H. Ali Parman, MA/Al Markaz

Apa Rahasia Sehingga Nabi kita Muhammad saw Sukses dalam Hidupnya, baik dalam Berma­syarakat terutama dalam hidup Bernegara, Berpolitik?”

Sekurang-kurangnya ada dua catatan penting terhadap kesuksesan Nabi kita Muhammad saw mengemban amanah, baik dari aspek budaya, sosial, kemasyarakatan, ekonomi, aspek politik, beliau sukses.

Rahasianya pertama, beliau sukses menjalankan visi-misi dan program beliau karena beliau ulet, kerja keras, disiplin dll. Termasuk beliau sangat hati-hati dalam mengambil segala keputusan baik melalui kalangan terdekatnya maupun membangun jejaring masyarakat di masanya. Contoh sebuah kasus, mengapa Nabi Muhammad saw hijrah dari Makkah ke Madinah? Ya, dengan berbagai alasan, salah satu di antaranya karena beliau terdesak oleh bocornya sebuah rapat rahasia yang dilakukan oleh orang Yahudi pada saat itu bahwa beliau itu akan dibunuh. Karena kalangan Yahudi rapatnya bocor, tentu Rasulullah dengan kehati-hatian mengambil keputusan untuk meninggalkan Mekkah menuju Madinah bersama sahabatnya Abu Bakar, dan yang menggantikan posisi beliau adalah sepupunya Ali bin Abi Thalib.

Singkat cerita di subuh hari itulah Nabi kita Muhammad saw meninggalkan rumahnya di Mekah menuju Madinah melalu Jalur Selatan. Beliau bersembunyi di sebuah gua namanya gua Tsur. Yang ingin kita catat di sini ialah mengapa Nabi kita Muhammad saw tinggalkan rumahnya di subuh hari? Ternyata istilah subuh ini banyak dimanfaatkan oleh orang-orang modern sekarang untuk meraih kesuksesan melalui awal pekerjaan, itulah salah satu hikmah mengapa kita diwajibkan juga shalat subuh, supaya kita bisa cepat bangun untuk mempersiapkan segala sesuatu.

Singkat cerita karena Nabi kita Muhammad saw meninggalkan rumahnya, sementara orang Yahudi siap untuk membunuh Nabi tapi ternyata tidak sesuai dengan kenyataan. Maka apa yang terjadi? Orang Yahudi pada saat itu membuat ultimatum bahwa siapa yang menemukan Muhammad hidup atau mati, saya akan berikan hadiah seratus unta. Berapa harganya seekor unta kalau kita rupiahkan sekarang? Kalau misalnya dam, haji tamattu ambil dam itu wajib tujuh orang, satu orang kena sertaus riyal, jika dirata-ratakan kira-kira harga unta itu hampir sepuluh juta. Jadi sepuluh juta dikali seratus ekor, lumayan banyak dan pada normalnya orang pasti tergiur dengan janji seperti itu? Maka yang pertama yang menarik yang kita kemukakan di sini ialah ayat yang mengatakan bahwa,

فَالَّذِينَ هَاجَرُواوَأُخْرِجُوامِنْدِيَارِهِمْوَأُوذُوافِيسَبِيلِي

Jadi Nabi kita memang direncanakan di pihak lain untuk beliau diusir, wa uhrijuu min diyaarihim, diusir dari kampung halamannya, tapi bukan saja diusir tapi Nabi kita wa uuzuu fi sabilii, Nabi kita dizalimi, disakiti pada jalan-Ku, kata Allah.

Beliau berdakwah, beliau membangun komunitas di kota Mekah ternyata banyak yang benci makanya beliau dizalimi, sementara menurut hadis orang yang dizalimi doanya makbul. Karena itu Rasulullah saw katakanlah berlindung di selatan namanya Jabal Tsur, sangat terkenal dengan gua Tsur, jabal Tsur itu tingginya 4000 kaki atau waktu tempuh dengan perjalanan sekitar 4 jam. Pada waktu itu tentu beda dengan sekarang. Jabal Tsur yang ada sekarang tidak dibayangkan oleh orang Quraish atau orang Yahudi dulu akan jadi kenyataan seperti sekarang. Banyak jalan tol, banyak hotel bermunculan di sana, ada gua yang menjadi terowongan jalan tol dll. Karena itu setiap tahun jutaan orang ke sana dan jutaan pula yang berziarah ke jabal Tsur untuk melihat kenyataan pada zaman Nabi sampai sekarang.

Yang kedua yang ingin kita katakan pada peristiwa ini adalah bahwa pada waktu itu Nabi tidak gentar sedikit pun terhadap ancaman orang Yahudi meskipun sahabatnya Abu bakar itu cemas, maka Nabi mengatakan dalam satu ayat,

لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا

Tidak usah khawatir Abu Bakar, tidak usah takut, cemas, sesungguhnya Allah bersama dengan kita, dan Allah menurunkan ketenangan kepada Nabi kita Rasulullah Muhammad saw. dan Abu Bakar sehingga tidak gusar, gelisah, wa ayyadhuu bi junuudi lam tarauha menurut para mufassir, ada secepat kilat melindungi apakah itu burung dsb, yang kita tangkap secara tekstual dari ayat ini ialah bahwa kekuatan itu, kekuatan yang turun dari Allah swt ya tentu malaikat yang melindungi Nabi kita Muhammad saw sehingga beliau tidak dilihat oleh orang Yahudi, maka beliau selamat. Jadi yang ingin kita katakan di sini ialah soal kehati-hatian beliau dalam menjalankan tugas itu penting, di samping juga soal kecerdasan beliau dalam hal ini dll, itu yang kedua.

Yang ketiga mengapa beliau disebut sukses dalam mengemban misi termasuk misi politik? Antara lain jawabannya ialah beliau memelihara yang disebut mulia. Apa yang disebut dengan mulia? Orang mulia, orang yang terhormat, ya mungkin juga orang yang disegani, orang yang dihargai, itu mulia. Dalam al-Quran sekurang-kurangnya ada tiga istilah tentang mulia. Ada namanya رؤوف, yang kedua ada namanya حميد, yang ketiga ada namanya ,ودود إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ. وَهُوَ الْغَفُورُ الْوَدُود., makna ini sebenarnya mengandung arti mulia dalam posisi tertentu. Jadi mulia pada waktu masih kecil bahkan mulia ketika masih dalam janin bahkan mulia sebelum ketemu pasangan suami dan istri dan itu terjadi pada Nabi kita, mulia dihormati dan tanda-tandanya ada dalam sejarah, sampai remaja mulia dihormati, dihargai, disayang.

Mulia dalam arti berada di puncak, mungkin setelah remaja, setelah sekolah setelah sarjana setelah usia pematangan bekerja di mana saja seperti misalnya anggota DPR, menjadi pejabat, dia mulia tadi waktu kecil dan ketika menjadi pejabat, katakanlah Nabi kita Rasulullah menjadi rasul, menjadi Nabi tetap mulia, jadi mulia ketika di puncak, hamiidun madjiidun.

Manusia ada namanya batas karirnya, batas puncak pasti suatu saat menurun, atau tidak menjabat lagi, setelah tidak menjabat, atau misalnya sudah pensiun dll, tetap mulia, ini namanya tetap memiliki nilai plus, cinta plus, mungkin ketika tidak menjabat tetap mulia bahkan setelah meninggal duniai tetap mulia. Itulah sebabnya di dalam al-Quran dikatakaan.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Nabi kita Muhamamd saw meskipun sudah meninggal dunia masih tetap mulia, masih tetap kita muliakan bahkan malaikat saja bershalawat. Jadi dua yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad saw, itu tadi berani, ulet, hati-hati yang kedua kita menjaga namanya mulia, dari awal sampai meninggal dunia masih mulia.

SebelumnyaMewujudkan budaya membaca dan menulis dalam masyarakat/Prof. Dr. H. Najamuddin HS., MA/Al Markaz SesudahnyaMembangun Jaringan Umat Islam/Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA/Al Markaz

Tausiyah Lainnya