Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang Di Website Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Datang di Website Resmi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M Jusuf Makassar
senin - minggu :

Strategi Dakwah/Anwar Arifin/Al Markaz

Terbit 13 September 2019 | Oleh : admin | Kategori : Makalah/Ceramah/Pengajian
Strategi Dakwah/Anwar Arifin/Al Markaz

Dakwah selain merupakam fenomena agama, juga merupakan fenomena sosial. Fenomena sosial yang dimaksudkan adalah proses interaksi masya­rakat dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan zaman yang menyertakan masyarakat larut dalam prosesnya memaksa masyarakat untuk turut menyesuaikan diri dengan perkem­bangannya.

Modernisasi masyarakat yang semakin berekembang pesat merupakan tantangan tersendiri bagi muballig (orang yang berdakwah/ceramah) dalam menyampaikan pesan agama. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang secara tidak langsung membawa budaya baru dalam kehidupan masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut Ilmu komunikasi sebagai Metode Dakwah yang dikembangkan oleh muballig dalam menyampaikan pesan agama memiliki peranan penting dalam hal ini. Tingkat kepentingannya dapat dilihat dari segi metode-metode yang tercakup dalam Ilmu Komukasi yang pengaplikasiannya sangat berguna dalam menyampaikan dakwah ataupun pesan agama yang tepat sasaran dan tentunya dapat diterima di kalangan masyarakat.

Ilmu komunikasi sebagai metode dakwah setidaknya mengandung lima pokok bahasan yang harus diketahui seorang muballig dalam menyampaikan dakwahnya, di antaranya:

Hakikat Dakwah

Tuhan menciptakan manusia dan menetapkan peraturan hidupnya, baik kehidupan sendiri maupun kehidupan dengan sesama manusia serta hubungannya dengan Allah yang Maha Penciupta. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya dengan struktur biologis yang sempurna dan dilengkapi dengan potensi indrawi, serta emosi dan akal. Dalam kehidupan keseharian manusia mengaplikasikan segala bentuk yang ada pada dirinya yang kemudian membentuk serentetan peristiwa yang disebut sebagai sejarah.

Kebaikan, kesucian dan kebenaran manusia itu meru­pakan sikap tunduk pada Ilahi dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jadi bila manusia tunduk kepada fitrah kejadiannya pada dia akan memihak pada Islam yang berisi tuntunan dan petunjuk Tuhan melalui Nabi Muhammad saw.

Takwa sebagai manifestasi dari iman da islam merupakan nilai yang sangat dinamis, karena tidak tersimpan begitu saja dalam lubuk hati, melainkan memancar keluar dalam bentuk akhlak yang mulia dan hadir dalam wujud realitas karya manusia bagi kepentingan kemanusiaan yang disebut dengan amal saleh.

Amal saleh sebagai manifestasi Iman, Islam dan takwa yang akan membuahkan kebahagiaan dunia dan akhirat, adalah amal atau perbuiatan manusia yang harmonis dengan keseluruhan lingkungan, baik dunia maupun akhirat. Dalam keharmonisan duniawi itu termasuk di dalamnya keharmonisan dengan lingkungan alam dan keharmonisan dengan lingkungan sosial.

Dimensi Dakwah

Dakwah sebagai pesan suci merupakan cakupan bidang yang maha luas dan mendalam, karena dakwah mengandung problematik manusia dan kemanusiaan secara universal, baik hubungan dengan pencipta maupun hubungan dengan sesama manusia serta lingkungan.

Dalam pelaksanaan dakwah selanjutnya mereka yang menjadi penerima dakwah tersebut, dapat bersifat individu, kelompok, massa dan publik. Karakteristik dakwah berkaitan dengan metode dan media dakwah yang digunakan serta efek yang akan ditimbulkan.

Pentingnya Strategi Dakwah

Dakwah sebagai aktifitas rekayasa sosial harus memiliki strategi dalam menangani konfrontasi tersebut, agar dakwah dapat mencapai efektifitas dalam operasionalnya. Hal ini sangat penting untuk menghadapi perubahan sosial baik secara spontan maupun terencana.

Hambatan-hambatan yang dimaksud dapat berdifat internal pada diri khalayak seperti faktor psikologi dan fisik yang berbentuk filter konseptual. Hambatan lain yang merupakan tantangan dakwah ialah tekanan citra dakwah dan islam yang mungkin tidak sesuai dengan realitas yang sesungguhnya, karena media massa tidak berpihak pada dakwah.

Retorika, Dialog dan Dakwah

Salah satu lagkah strategis dalam menyampaikan dakwah ialah dengan beretorika yang baik dalam arti seni berbicara, dialog yang manusiawi serta tindakan yang baik. Retorika diterapkan dalam bentuk orasi atau pidato kepada orang banyak.

Komunikasi yang efektif tidak hanya dengan menggu­nakan satu jenis retorika saja untuk mempengaruhi khalayak secara persuasif posistif. Ada beberapa jenis metode yang harus dimiliki seorang dai, diantaranya: (1) Impromptu yaitu dadakan tanpa ada persiapan dahulu; (2) Manuskrip yaitu persiapan sebelumnya secara tertulis; (3) Memoriter yaitu ditulis kemudian dihafalkan pada saat berlangsungnya pidato; (4) Ekstemporer yaitu mempersiapkan pokok bahasan kemudian diuraikan pada ssat pidato berlangsung.

Dakwah tindakan sebagaimana sebutannya merupakan dakwah yang bersifat nonverba yaitu tanpa kata. Dakwah ini juga sering disebut sebagai dakwah bilhal atau uswah yang merupakan dakwah dalam bentuk pemberian contoh atau teladan yang baik kepada individu maupun kelompok.

Pola perilaku dan tindakan seseorang dapat diprediksi dan jika tiba-tiba berubah, sehingga terjadi perilaku yang di luar pola dan berbeda dengan prediksi, maka itu disebut sebagai kejutan.

SebelumnyaPakaian Takwa Membentuk Kesalehan Sosial/Dr (Hc). AGH. Sanusi Baco, Lc/Al Markaz SesudahnyaMengenang Jend M Jusuf/Anwar Arifin/Al Markaz

Tausiyah Lainnya